BAB 40

1441 Words

“Noll! Jangan tanda tangani kontrak itu sekarang! Adrian sengaja memasukkan klausul jebakan di lembar ketiga!” Suara teriakannya memecah keheningan selasar gedung balai kota yang dingin dan megah. Langkah kaki Audrey berderap tergesa menembus lorong marmer, dengan map cokelat tebal yang didekap erat-erat di dadanya. Napasnya memburu, peluh dingin menetes tipis di pelipisnya saat ia mendorong paksa pintu kaca ruang rapat utama hingga menimbulkan dentuman bergaung. Seluruh pandangan di dalam ruangan berpendingin udara itu seketika tertuju padanya. Tangan Oliver yang memegang pena mahal melayang beberapa senti di atas lembar dokumen bernilai puluhan miliar rupiah. Di sampingnya, Tuan Hendra serta para pejabat komite tender mengerutkan kening dengan ekspresi terkejut yang kentara. “Audrey?”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD