BAB 12

1432 Words

“Permata? Saya belum pernah mendengar nama keluarga Permata di jajaran pemegang saham Utama Group.” Kalimat dingin itu meluncur tenang dari bibir Ibu Maureen Danendra, memecah alunan biola pelan yang melatarbelakangi ruang makan VIP kediaman Danendra. Daging wagyu A5 yang tersaji elegan di atas piring porselen murni mendadak kehilangan selera. Tatapan mata tajam wanita paruh baya itu menelisik Audrey dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan aura intimidasi yang sangat kuat, seolah sedang membedah spesimen di bawah mikroskop. Audrey meletakkan pisau dan garpunya dengan denting halus yang nyaris tak terdengar—sebuah etiket sempurna yang ia latih berjam-jam bersama Oliver. “Karena keluarga saya memang tidak bergerak di bidang investasi atau pasar saham, Ibu Maureen,” jawab Audrey halus,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD