Setelah menunggu beberapa saat, Yura dan Rosemary mengobrol di taman belakang sambil minum teh. Rosemary memaksa Tita agar duduk di sebelahnya padahal Yura sudah menolak beberapa kali. Namun, tetap saja ia harus mematuhi Nonanya. Yura akhirnya duduk dan minum teh dengan Rosemary. Walaupun wanita itu merasa agak canggung karena pertama kalinya Rosemary menjamunya dengan teh. “Kau tidak usah tegang. Aku hanya ingin mengajukan beberapa pertanyaan padamu. Kau tahu sejak aku kembali dari hutan, aku tidak ingat apa pun tentang kastel ini ataupun masa kecilku.” Rosemary tersenyum pahit, “serangan itu membuatku kehilangan ingatan.” “Saya mengerti Nona. Tidak lama lagi ingatan Nona pasti akan kembali.” “Ya, aku juga berharap begitu.” Rosemary menyesap tehnya, lalu menaruh cangkirnya di atas meja

