Setelah mengetahui sang adik dalam bahaya, Abian hanya diam di tempatnya saja sebab ia tak bisa bergerak tanpa perintah dari komandannya. Namun, sebuah rencana licik sang bos mafia membuatnya terkejut. Faya berteriak kala kedua anak buah bos mafia itu melepas ikatannya dan menaruhnya ke arah meja. "Mau apa kalian?" teriak Faya. "Masih kecil nih kayaknya, baru mau kuliah ya Neng?" ucap seorang pria. "Halah, yang penting tubuhnya, kan?!" jawab pria lainnya. Melihat hal itu, Abian segara menghubungi komandannya. "Tupai monitor!" ucapnya. "Diterima!" jawab sang komandan. "Berlian dalam bahaya, kita harus segera bergerak!" ucap Abian. "Diam di tempat, hal ini sangat berisiko!" Sang komandan menolak permintaan Abian. "Dia hendak dilecehkan, Ndan!" ucap Abian. "Tetap di tempatmu!" teg

