Setelah menempuh penerbangan kurang lebih enam jam dari Tokyo, Marlon dan yang lainnya tiba di Bandara Chek Lap Kok. Bandara Internasional Hong Kong yang satu ini, terletak di tanah reklamasi di sebelah utara Pulau Lantau, sekitar 30 km sebelah barat dari pusat Hong Kong. Bandara ini cukup jauh dari pusat kota dan sangat sesuai dengan keinginan Marlon. Ternyata sahabat Aro satu-satunya ini, sudah menyiapkan tempat tinggal sementara bagi mereka bertiga di sebuah hunian bertema village. Tanpa diduga, Marlon memiliki orang-orang bayaran yang cukup lihai, memadai, dan dapat diandalkan. Ternyata, dibalik ketenangan dan kepatuhan, tanpa diketahui oleh siapa pun, ia sudah lama berusaha untuk mengetahui tentang wanita yang tampak begitu membahagiakan hidupnya. Meskipun hadir sekilas atau hanya

