"Kamu nggak mau nambah?" tanya Bu Erika pada Rania. Mereka kini tengah sarapan pagi. Di meja makan juga ada Pak Heru. "Nggak usah, Ma. Rania udah kenyang," balas Rania. Pak Heru sontak menoleh pada Rania. Apakah telinganya tidak salah dengar? Tadi ia mendengar Rania memanggil Erika dengan sebutan mama. "Tadi kamu bilang apa?" tanya Pak Heru menatap Rania lekat. Sedangkan Bu Erika kini senyam-senyum sendiri, pasti suaminya itu kaget. "Mama," ulang Rania. Senyuman lebar terpatri dari wajah pria itu. Sudah lama ia menyuruh Rania memanggil istrinya dengan sebutan mama, tetapi putrinya itu tidak mau. "Apa itu artinya kamu sudah bisa menerima Mama Erika sebagai mama kamu?" Rania mengangguk. Pak Heru menatap putrinya haru, kedua tangannya direntangkan, meminta Rania untuk memeluknya. Rania

