Bab 42

1497 Words

Rania sampai di rumah sakit. Wanita itu kembali menelepon Bu Erika, menanyakan di mana kini dia berada. Melalui telepon, Bu Erika menuntun Rania. Setelah menemukan mama tirinya itu, Rania memutuskan sambungan telepon. Dilihatnya mama tirinya itu sedang duduk terisak di depan ruang rawat darurat dengan kening yang diperban. Akan tetapi, di mana papanya dan Viona, Rania tidak melihat mereka. "Tante, apa yang terjadi? Di mana papa dan Kak Viona?" tanya Rania khawatir. "Papa kamu dan Viona lagi ditangani sama dokter," jawab Bu Erika sambil meneteskan buliran bening. Mata Rania terbelalak. "Mereka kenapa?" "Tadi saat pulang dari pesta Viona yang menyetir mobil karena kepala papa kamu pusing. Namun, saat di jalan kita kecelakaan. Papa kamu dan Viona luka parah." Andai saja Bu Erika bisa men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD