Pak Anggit mengenggol-nyenggol lenganku dengan sengaja, aku menyelak terganggu. Pasalnya, di sekitar kami saat ini ada Pak Hartawan sedang memimpin doa karena hari ini aku dan Pak Anggit mulai menempati rumah baru kami—semua milik Pak Anggit adalah milikku, mulai dari isi rekening hingga isi lainnya. Pak Anggit melemparkan pandangan ke satu arah, isyarat supaya aku ikut lihat apa yang dia lihat. Saat aku menoleh ke sana, aku melihat Debby dan Putra yang berdiri sebelah-sebelahan nemplok di tembok karena nggak kebagian tempat duduk. Putra terlihat fokus dengan tangan menengadah mengaminkan setiap doa Pak Hartawan, sementara fokus Debby hanya ada di dunianya sendiri. Dia lirik-lirik Putra sok malu-malu, padahal ngarep dilirik balik. Sengaja banget tuh cewek centil mepet-mepetin badan ke Put
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


