"Mulai hari ini kau tinggal disini, Anthea. Patuhi aturan rumah ini dan jangan mencoba untuk kabur karena kau takkan bisa kabur kemanapun." Anthea menatap pria angkuh di depannya dengan kesal. "Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku, hah? Memborgolku. Memaksaku menikah denganmu. Dan sekarang, kau ingin aku berada di rumah terkutuk ini? Tidak! Kau tidak bisa mengaturku sembarangan!" Athran mengeraskan rahangnya, berusaha menahan emosi agar tidak berlebihan. "Kau isteriku, Anthea. Jadi, apapun yang aku katakan harus kau turuti." Seketika Anthea terdiam, kata-kata 'isteriku' membuat jantungnya berolahraga cepat. Tidak! Anthea tidak boleh membiarkannya begitu saja. "Isteri? Aku tidak pernah ingat bahwa aku sudi menjadi isterimu!" "Maka ingatlah dari sekarang." Tiba-tiba sang Jenderal suda

