"Darimana saja kau?" Athran menatap Anthea yang baru saja masuk ke dalam masion miliknya dengan memakai jaket kulit hitam cewek dan celana kain hitam yang pas dengan kaki jenjangnya. Rambutnya terurai indah dengan bulu mata lentik serta mata obsidiannya yang selalu menatap Jenderal menantang. "Kau telat dari jadwal pulangmu 15 menit, Russell!" "Berhenti memanggilku dengan nama itu!" Langkahnya terhenti tepat di depan Athran. Menatap pria itu tajam. "Jangan mencampuri urusanku, Jenderal." Anthea mendengus dan hendak melewati Athran, namun langkahnya terhenti ketika sang suami mencekal lengannya erat. "Urusanmu urusanku, Anthea! Apa aku perlu memecat Samantha agar kau tidak lagi pulang seenaknya seperti ini?!" Athran menatap Anthea tajam. Wajah keduanya bahkan hanya berpisah beberapa centi

