“Jadi, bisakah kau menjelaskan padaku kenapa kau tiba-tiba ada di Prancis dan sampai didepan rumahku dengan penampilan mengenaskan seperti ini princess? Kau benar-benar nyaris memutuskan denyut jantungku karena menemukanmu mengetuk pintu rumahku sepagi ini dengan keadaan yang tidak bisa disebut baik ini.” Cerocos seorang gadis yang kini tengah terduduk diatas karpet berbulu halus tepat disamping Hillary. Jemari lentik gadis itu mengelus lembut helai rambut Hillary yang nampak berantakan, entah apa yang telah terjadi pada sepupu terdekatnya ini hingga terlihat semenyedihkan ini. Tapi melihatnya seperti ini pastilah membuat hatinya mencelos. Hillary menggeleng-gelengkan kepalanya dengan air mata yang mulai kembali mengalir. “This hurt me so much, why did they do that?” keluh Hillary pada s

