Chapter 19

495 Words

Satu tangan pria itu yang tengah tak menggenggam jemari Hillary meremat kursi taman yang ia duduki, menahan rasa sakit mendengar bahwa gadis yang pada awalnya begitu ia benci itu telah merasa kecewa, atau mungkin lebih dari sekedar kecewa padanya. Kepala itu hanya mampu menunduk. Mungkin kini tak ada lagi harapan baginya untuk kembali menggenggam tangan mungil itu dalam genggaman hangatnya, atau justru membawa tubuh gadis itu kedalam dekapannya, dan mengecupi kening gadis itu lagi. Dia menyadari kebodohannya yang telah menutupi masalah yang terjadi di masa lalu sebesar ini. “Tapi mungkin aku tak bisa untuk mengabaikanmu, dan memilih untuk tak mendengarkanmu. Jadi Lucas, kumohon. Jangan tutupi apapun dariku, katakan apa yang sebenarnya terjadi.” Untuk sejenak Lucas terperanjat, tak menyang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD