Chapter 9

819 Words

Fajar telah beranjak dari ufuk timur ketika William masih senantiasa tidur disamping Hillary, menatap gadis itu yang kini masih berada didekapannya dengan senyum lembutnya. Pria itu mengusap pipi Hillary dengan lembut, matanya menerawang pada masa ketika mereka berdua berteman akrab, ketika mereka berdua hanyalah seorang remaja. Pria itu terkekeh lirih, ia teringat akan sifat posesif nya yang sialan menyebalkan dan selalu memicu pertengkaran diantara dirinya dan Hillary. Sikap posesif yang bermula karena dirinya yang takut kehilangan Hillary, bukan hal mengejutkan ketika dulu semua orang mengira Hillary gila karena mau berteman dengan seorang nerd seperti dirinya. Nerd dengan kaca mata besar bertengger dihidungnya, rambut yang begitu klimis, serta badannya yang dulu begitu kurus, membuat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD