16. Kekecewaan Syafira

1128 Words

Syafira menatap Anton yang baru datang. Seragam khas kerjanya terlihat kusut. Mungkin terlalu banyak bergerak dan aktifitas membuat pakaian yang di setrika licin Bu Sum itu lecek. Asumsi Syafira menatap simpati kepada Anton. "Mas," sapa Syafira yang menyiapkan sarapan untuk Cila dan Arsya sebelum berangkat ke kantor. Anton hanya menoleh sejenak sebelum masuk ke kamar, tidak ada senyum atau balasan dari sapaan Syafira. Wajahnya memang terlihat lelah. Namun, apa salahnya membalas sapaan istrinya dengan hangat. Ada gurat kecewa di wajah dan hati Syafira. Meskipun, bukan yang pertama bahkan sudah berlangsung bertahun-tahun, tetap saja kekecewaan itu masih ada. Sempat terlintas keinginan memperbaiki hubungan, tetapi bagaimana bisa berhasil jika niat baik itu hanya sebatas dari Syafira. Iba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD