-Satria Pov on- Semua terasa seperti mimpi, tak ada suara yang keluar dari mulut manis Rye. Tatapan mata itu , entah apa yang gadis itu pikirkan hingga ia tak bisa menebak apapun apa yang ada didalamnya. "Rye??" Gue coba untuk menyadarkan Rye , apakah dia melamun??. "Eh.. em.. gimana kak Liam?" "Rye, Will you be my girlfriend?" Tatapan matanya kini menjadi sendu, ada apa Rye?? Apa dia... "Maaf kak Liam..." "Kenapa Rye?? Gak perlu minta maaf." "Maaf, Rye gak bisa terima kakak sebagai pacar Rye... maaf, maaf sekali kak Liam." Rye menitihkan air matanya, sebegitu terlukanya kah? Sampai kamu menangis seperti ini Rye. "Gak usah nangis, kakak gak apa-apa kok." Tangan ini dengan refleks nya menghapus air mata yang telah mengalir di pipi Rye. Tanpa banyak kata lagi, gue membawa Rye

