Setelah sampai di kantin, Athena memisahkan diri dari kakak dan juga temannya. Ia beralasan untuk pergi ke toilet, namun bukan Satria namanya jika ia percaya. Perlahan, ia mengikuti Athena dari belakang tanpa suara. Ia melihat gadisnya yang terus menundukkan kepalanya. "Kamu kenapa sayang? Kenapa aku melihat kesedihan dalam matamu itu." Namun Satria tetap mengikuti Athena. "Ini bukan jalan menuju toilet, ini taman belakang sekolah." Batin nya, dengan rasa penasaran yang semakin menggebu, Satria mengintip Athena di balik tembok. Terlihat di sana, Athena yang mendudukkan dirinya dengan bersandar pada pohon rindang yang menutupinya dari teriknya matahari. "Kenapa?" "Kenapa bisa seperti ini?? Hiks ..." "Ayah... bunda.. Rye takut hikss..." Hikss hiks... Satria mendengarkan segala k

