Satria mendapat panggilan dari sang kakek untuk melaksanakan misi. Ia menatap Athena yang kini tengah menelungkup kan wajahnya di atas lipatan tangan dikarenakan jam pelajaran yang kosong. Gadis itu tertidur. Satria menatap sekitar dan, tatapan mata itu kembali terlihat. Ia harus benar-benar waspada terhadap Yuka yang telah di nobatkan sebagai sahabat gadisnya. "Kha." Panggilnya pada Sakha yang berada di hadapannya. Dugh, Satria menendang kursi bagian belakang milik Sakha. Laki-laki itu kini sedang di sibukkan dengan game pada ponselnya. Dugh "Paan?" "Cabut." "Hah?? Apaan sih?? " Ucap Sakha yang kini masih terfokus pada game nya. "Gue cabut." "Oke!" Kini Sakha mengerti maksud dari Satria yang meminta izin padanya. Dengan cepat ia berpindah tempat dan duduk di sebelah Athena

