Hari-hari selanjutnya dilalui Riana dan Jaka dengan penuh kebahagiaan. Kakek Jaka, sudah pulang kembali ke rumahnya dan tinggallah pasangan muda tersebut berduas aja. Jaka semakin protektif dengan kehamilan Riana yang sudah memasuki bulan kelima. Ia tidak pernah membiarkan Riana untuk melakukan pekerjaan berat sendirian. “Mi!, maafkan Papi yang tidak bisa menggaji seorang asisten rumah tangga biar Mami tidak kecepakan di saat hamil seperti ini.” kata Jaka, sambil mengelus perut Riana yang sudah semakin membesar. Riana tersenyum ke arah Jaka, “Sudah berapa kali Mami bilang, kalau tidak masalah tanpa seorang asisten rumah tangga, karena Mami bisa melakukannya sendiri. Lagipula, Papi juga sering membantu Mami, menyelesaikan pekerjaan rumah tangga ini.” “Harus dong!, Papi, ‘kan, suami ida
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


