Riana membelalak mendengar penuturan wanita muda yang berdiri di hadapannya. Serasa tumbuh tanduk di kepalanya, Riana pun dengan nada suara yang diusahakannya terdengar lembut, berkata kepada wanita itu. “Dengar ya, Mbak!, dokter Jaka sudah mempunyai istri, yang namanya Riana, yaitu saya sendiri dan asal Mbak tahu, saya ini, kalau marah anjing paling galak sekalipun kabur, apalagi Mbak. Sekarang, silakan pilih mau pergi dari sini dan jangan mengganggu ketenangan keluarga saya, ataukah Mbak mau melihat kemarahan yang sesungguhnya dari saya!” ancam Riana galak kepada Yanti. Yanti yang tadinya merasa percaya diri, mendadak menjadi rendah diri dan ia pun menundukkan wajahnya. Ia tidak menyangka, kalau istri dokter Jaka, ternyata galak, karena pada awalnya ia mengira kalau istri dokter Jaka i

