Riana diam membeku di tempatnya, ia tidak menyangka akan didengarnya kembali suara yang sangat dirindukannya ini. Meski, ia merasa kangen berat dengan suaminya ini. Ia akan memberikan sedikit pelajaran kepadanya, biar tidak pergi dan datang seenaknya lagi. Melihat istrinya yang hanya diam saja, dan tidak berbalik untuk menyambut kedatangannya, Jaka pun kembali berbisik di telinga Riana. “Mami pasti sengaja, ya!. Main hujan-hujanan, biar sakit dan di tempat tidur saja seharian. Biar bisa ada alasan dipeluk terus tidurnya dan ngajakin Papi di kamar saja, menemani Mami.” Riana berbalik dengan cepat, kesal mendengar ucuapan m***m dari suaminnya, “Papi jaha…” Jaka tidak mengijinkan Riana menyelesaikan kalimatnya, ia langsung memberikan ciuman singkat dan kilat dan di bibir istrinya itu lal

