Riana melambaikan tangannya ke arah Jaka yang masuk ke dalam mobil. Sebelum mobil suaminya itu berlalu, “Tunggu Papi!, nanti bawa mobilnya jangan pelan-pelan, ya!. Cukup 150Km/jam, kalau masih kurang lambat, tambahin lagi ya, Pi. Biar selamat sampai tujuan.” Jaka melongok kan kepalanya dari jendela mobil dan tersenyum lebar, “Jangan khawatir Mami sayang, Papi akan mengemudi dengan kecepatan siput, biar Mami merasa senang, tapi sayang Papi lupa, siputnya numpang di punggung kuda ya, Mi. Dadah Mami, kalau kangen sebut aja nama Papi tujuh kali, pasti kangennya tidak hilang.” Jaka lalu menjalankan mobilnya dengan senyum yang tidak lepas dari bibirnya. Bertemu dengan istrinya tadi, menaikkan semangatnya kembali untuk bekerja. Ia sampai di rumah sakit tepat waktu dan langsung saja, Jaka masu

