23

1136 Words

Anna mengigiti bibir bawahnya, sambil kakinya berjalan menuju ruang rias yang sudah ia ketahui. Perasaan tidak enak melingkupi dirinya. RUANG RIAS Setelah memastikan kalau ruangan itu benar, Anna menghembuskan nafasnya dalam. Bagaimana kalau saat ia masuk, Andi sedang tidak pakai baju. Tapi, itu tidak mungkin, Andi bersama perempuan di dalam sana. "Permisi, ada orang?" Anna teriak sedikit kencang. Tapi masih belum ada sahutan di dalam sana. Dengan tangan gemetar, Anna membuka pintu. Dia memasukan kepalanya dulu untuk mengintip. Tak ada siapa-siapa. Ketika tubuhnya masuk, dia menutup pintu kembali. "What are you doing here!" *** Anna baru saja melihat kejadian 15 menit lalu, kejadian yang sama sekali tidak ingin dia lihat. Kejadian yang biasa tapi mampu mengiris hati Anna, membuat ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD