Bab 31. Pengakuan Meysa

1372 Words

Meysa menatap wajah mungil Bastian yang tertidur di lengannya, masih menyusu dengan tenang. Jemarinya mengusap pelan pipi bayi itu, seolah-olah mencoba menyimpan bentuknya di dalam ingatan. "Maaf, Bastian...." bisiknya lirih, nyaris tak terdengar di tengah sunyi kamar. Air matanya jatuh satu per satu, membasahi selimut bayi yang menutupi tubuh Bastian. Meysa tahu, bukan darahnya yang mengalir di tubuh anak ini, bukan pula rahimnya yang mengandungnya. Namun, s**u dari tubuhnya ... telah menjadi sumber kehidupan bagi bocah polos ini sejak awal. Dan kini, s**u itu jugalah yang akan menghancurkan rumah yang menaunginya. "Aku nggak pernah niat menyakitimu, Sayang...." suaranya pecah, pelan, tapi sarat luka. "Tapi kebenaran harus keluar. Dan saat itu terjadi, ayah dan ibumu mungkin nggak aka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD