Hiks! Kevin merasa hatinya sesak. Gumaman yang baru saja terucap mulus dari bibir gadisnya itu membuatnya resah. Dari kalimat singkat itu, Kevin tahu ada rasa takut kehilangan yang besar. Kevin menatap Jumi lekat. Mata gadis itu benar-benar menggambarkan kesedihannya. Pelukan erat di tubuhnya menjadi simbol betapa pentingnya Kevin di dalam hidup kekasihnya itu. Kevin terenyuh di tempatnya. Lelaki itu memeluk Jumi erat dan mengec*upi rambut harum sang kekasih. Tangan Kevin tak tinggal diam, ia sibuk mengelus punggung sempit gadis yang sejak pertama kali ia datang ke sini selalu memenuhi pikirannya. "Kalau Mas Kevin pergi, Jumi sama siapa? Siapa yang bakal ngelindungi Jumi?" tanya Jumi sembari terisak di dadaa bidang Kevin. Kevin merasakan tubuh kecil itu bergetar pelan. Jumi benar-benar

