"Mas, Jumi pegel! Iki arep mendi, sih? Sing mau bli nyampe-nyampe," tanya Jumi menggunakan bahasa daerah dan melupakan Kevin yang tidak bisa memahami bahasa daerahnya. Kevin mengernyitkan dahinya saat mendengar pertanyaan Jumi. Ia tidak paham dengan apa yang Jumi katakan. Lagi pula, tumben sekali Jumi menggunakan bahasa daerah dengannya. (Mas, Jumi capek! Ini mau ke mana, sih? Dari tadi enggak nyampe-nyampe.) Kevin memilih untuk tidak menjawab. Lelaki itu fokus pada jalan di depannya. Jumi yang merasa diabaikan pun semakin kesal. Gadis itu melepaskan pelukannya pada perut Kevin dan memilih untuk berpegangan pada pundak Kevin. Meski ia marah, Jumi bisa mengendalikan dirinya untuk terus berpegangan pada Kevin. Jika ia berpegangan ke belakang, ia takut terjengkang karena Kevin yang mengendar

