Tubuh Rania terbaring lemas di ranjang dalam sebuah kamar yang tak lain adalah milik kekasihnya. Disampingnya tak pernah sedikitpun berpindah seorang pria yang terus menggenggam tangan nya dan berusaha membangun kan nya dengan memanggil namanya berkali-kali. "Kenapa kamu melakukan ini sayang..." Raman kembali terisak,air matanya tak bisa ditahannya lagi. Kekuatan nya sudah kembali dan itu yang dia mau tapi tidak dengan cara seperti ini,dia melukai orang yang sangat dia cintai. "Tenanglah Raman..kau makanlah dulu,dari kemarin kau sama sekali tidak makan apapun!" "Tidak Bunda..Raman tak akan bisa tenang melihat Rania belum juga sadarkan diri." "Tapi nak,kau bisa sakit jika tak makan apapun,ini sudah dua harinya kamu seperti ini." Raman tak bergeming,Sri kumbang menghela nafas berat me

