“Lebih baik kamu masuk sendiri, Dek,” balas Parman lirih. Setelah mereka menyapa seorang perawat yang baru keluar dari bilik. Pria ini berharap Kesi akan lebih terbuka jika ngobrol dengan sesama wanita. Oleh karena sebelum Kesi mengetuk pintu kamar Parman untuk minta tolong, terdengar suara ribut dari kamar sebelah. Ada suara wanita selain Kesi dan getaran yang hebat hingga bergema ke kamar Parman. Saimah seketika paham dengan melihat ekspresi wajah suaminya. Ada hal luar biasa yang terjadi terhadap pasangan calon pengantin tersebut. “Iya, deh. Tapi, Mas tunggu di sini. Gak usah ke mana-mana!” pesan Saimah yang masih merasa ada ‘sesuatu’ yang mengikutinya sedari dari halaman tempat parkir. Parman adalah pria lugu dan perhatian kepada istri. Ia pun segera tersenyum ke arah Saimah sa

