Jantung Rowena hampir lepas dikarenakan terkejut pada seseorang yang duduk di sudut kamar dengan kondisi ruangan remang-remang. Dia gemetar ketakutan, sampai berniat ingin berteriak meminta pertolongan dikarenakan seseorang menyelinap masuk ke kamar tidurnya. Namun Rowena disadarkan oleh aroma parfum yang tidak asing, bahkan sangat dirindukan olehnya. Kakinya melangkah hati-hati ketika hendak ingin memastikan seseorang yang masih duduk itu. Dia benar-benar penasaran pada kehadiran seseorang yang cukup mustahil di akal. “Hello, Baby. Kau sudah pulang?” Itu adalah suara Elvis. Rowena benar-benar yakin dan tidak salah menilai. Tebakannya itu berujung pada kebenaran ketika akhirnya seseorang itu menampakkan wujudnya di tengah ruangan yang sudah dimandikan cahaya bohlam. “Elvis!” Rowena se

