“Silakan duduk di sini selagi apoteker menyiapkan obat yang diresepkan oleh dokter.” Bersamaan dengan kepala yang mengangguk, Rebecca sudah tersenyum tipis menanggapi intruksi dari perawat yang mengajaknya untuk mengambil obat di apotek rumah sakit itu. “Dan ini baby journal milik Anda,” jelas singkat perawat itu menyerahkan buku kontrol kehamilan yang tertulis nama Rebecca di sampul depan. “Di dalamnya sudah saya lampirkan salinan print USG yang Anda minta. Mohon membawa baby journal ini setiap kali Anda datang untuk periksa kehamilan Anda. Dan ... oh iya, Nona Rebecca, seperti yang dokter sarankan tadi jangan lupa untuk membawa serta suami Anda di pemeriksaan kehamilan berikutnya.” Rebecca begitu lembut menghela napas kesal atas ucapan yang berulang kali menyakiti perasaan. Ingin seka

