“Nyonya?! Senang bertemu dengan Anda.” Rebecca menghampiri Emilia yang menghalangi langkahnya untuk menuju kantin rumah sakit. Dia memberikan salam penuh kehangatan lewat pelukan, berusaha bersikap ramah meski memiliki masalah dengan Glenn. “Aku juga senang bertemu denganmu.” Pasca terlepas dari pelukan, Emilia telah berseri-seri memindai penampilan Rebecca. “Ya ampun ... kau cantik sekali, Rebecca. Kau janjian bertemu Glenn di sini?” Rebecca menggeleng cepat. “Aku ingin menjenguk temanku yang sedang sakit.” Oh s**t! Hanya alasan itu yang terpikirkan cepat di kepala Rebecca. Wanita yang sudah canggung menatap Emilia itu berharap besar alasannya langsung dipercaya. “Tapi kenapa kau lewat dari daerah samping, Rebecca? Jalan ini menuju kantin rumah sakit ini.” Rebecca menelan saliva dal

