Tidak ada lagi ketegangan yang tersisa bagi Glenn dan Rebecca. Yang ada hanya gelora membara menyelimuti kedua insan yang masih saling mencumbu di meja pantry. Rebecca sendiri memilih pasrah pada Glenn yang mendudukkannya ke meja pantry. Wanita cantik itu juga tidak marah pada tangan Glenn yang meremas-remas di p******a. Malah sebaliknya, tangan nakal Glenn itu memanjakan gairah Rebecca yang meledak-ledak di tengah ciuman posesif mereka. Setiap sentuhan bibir serta remasan tangan Glenn membuat Rebecca kehilangan akal. Ada dorongan yang membujuk pikiran untuk lebih pasrah menyerahkan diri ketika Glenn menjilat-jilat dan menggigit di sepanjang leher hingga ke tulang selangka. Puncaknya, Rebecca memberikan jawaban bagi tangan Glenn yang menyelusup masuk ke dalam piyama–berusaha melepaskan b

