Suara-suara di rekaman audio memenuhi ruang kerja Dani, menggaung dalam keheningan malam. Setiap kata yang terucap dari Daria, Sania, dan Beni, mengungkap konspirasi jahat yang telah menghancurkan hidup Jelita. Kebenaran bahwa Rendra, pengusaha properti yang namanya disebut Kakek Wijayanto, adalah otak di balik semuanya—bahkan dalang di balik video skandal yang pernah menjebloskan Jelita ke penjara—menghantam mereka dengan kekuatan yang mematikan. Jelita mendengarkan dengan napas tertahan, hatinya terasa seperti diremas. Dadanya terasa sesak. Semua penderitaan, semua tuduhan, semua air mata, ternyata diatur oleh seorang pria yang bahkan tidak ia kenal secara langsung. Kemarahan membuncah dalam dirinya, sebuah amarah yang membara dan membakar setiap sel tubuhnya. Dani memegang tangannya

