52 | Ternyata Hanya Mimpi

1490 Words

Bunyi panjang itu tampak jelas di pendengaran Semesta dan ia melirik ke arah mesin EKG itu sudah berhenti. Itu artinya Nada sudah meninggal. "Dok, pasien sudah meninggal." Tubuh Semesta merosot ke lantai, bukan hanya Semesta tapi semua keluSemesta yang ada di sini. Air mata tidak mampu mereka bendung, kenyataan inilah yang mereka takutkan, ternyata Tuhan telah mengambil Nada. Semesta menangis, air matanya jatuh tanpa diperintah. Ia beranjak dari lantai dan menatap Nada yang tidak lagi bernapas, detak jantungnya tak lagi terdengar dan nadinya tak lagi berdenyut. "Aku gagal menyelematkan kamu." "NADA, BANGUN! KAMU PASTI BECANDA 'KAN? KAMU GAK MUNGKIN PERGI SECEPAT INI." Ariana langsung menghampiri Semesta, ia menenangkan putranya itu. "Sabar sayang, ini sudah takdir Tuhan. Kita semua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD