Ivan senang mendengar kepergian Semesta ke New York, dan lebih-lebih ia senang saat mendengar kalau mereka sudah putus. Selama ini Ivan diam saja tak mau mendapatkan Nada sebagai sang kekasih karena perempuan itu masih jadi milik laki-laki lain, sekarang mereka sudah sama-sama single, jadi ia akan berjuang agar Nada bisa mencintainya dan melupakan Semesta dalama hidupnya, tidak ada salahnya berjuang, dan ia tahu perjuangan tidak akan mengkhianati hasil. Hari ini ia sengaja cuti kerja untuk menemani Nada melakukan terapi rutin di rumah sakit. Ia akan memberikan perhatian lebih ke gadis itu agar hatinya luluh dan perlahan ia menerima Ivan sebagai kekasihnya. Berkhayal saja dulu, siapa tahu akan jadi fakta. Sudah sekitar tiga puluh menit, ia duduk di ruang tunggu seraya menunggu Nada selesai

