Sherin tak hanya berhasil tenang dalam pelukan Danesh. Setelah selesai menumpahkan tangis, tenyata Sherin malah jatuh tertidur sangat nyenyak. Danesh sama sekali tak keberatan, bahkan ia nyaris melupakan niatan awalnya mengajak Sherin menuju mall ini untuk berbelanja. Danesh baru menurunkan sandaran kursi dan merebahkan kepala Sherin ke lipatan sweater yang digunakan sebagai bantal. Menatap wajah pulas Sherin selama beberapa menit tanpa gangguan seperti ini memancing gelenyar aneh yang kembali merambati hati Danesh. Membuat jemarinya terulur pelan untuk merapikan rambut Sherin yang menutupi kening, lalu berlanjut mengusap pipinya. Ini bukanlah pertama kali Danesh nyaman berdekatan seorang perempuan. Ada Anne yang dulu menjadi cinta pertamanya, lalu Julia yang pernah menjadi kekasihnya se

