"Kenapa kau terlihat tegang akan perjalanan ini?" tanya Alan ketika ia dan Aria telah berada di atas pesawat yang menuju Labuan Bajo. Tangan Alan menggenggam tangan Aria. Ia merasakan telapak tangan istrinya itu terasa dingin. "Ini pertama kalinya aku berlibur, setelah beberapa lama," jawab Aria apa adanya. Alan mengulum senyum. "Ini akan menyenangkan seperti katamu dulu." Aria menoleh sekilas. "Apakah benar bahwa Ibu menyewa sebuah kapal yacht?" tanyanya pelan. Alan mengangguk tanpa ragu. "Sebenarnya ada paket yang akan bisa kita ambil beserta kapal yang tersedia. Tapi kurasa Ibu merasa kapal tersebut kurang fasilitas." Kepala Aria hanya mengangguk memaklumi kehidupan borjuis Malhotra yang seolah menyewa kapal yacht bukan sesuatu yang besar. Ia sendiri bukan pertama kalinya menaiki

