BAB 24

1384 Words

Aria sudah seminggu mengalami koma. Bahkan menurut dokter yang menanganinya, sedikit saja terlambat, mungkin dia sudah tiada. Pemberitaan mengenai kondisi Aria tidak tercium oleh media, dengan usaha Nadi dan Dava menggunakan koneksi dan metode agar tidak sampai menjadi konsumsi publik. Mereka berdua jugalah yang silih berganti menjaga Aria yang masih setia menutup matanya. Thomas dan Reina juga setia menunggu Aria segera sadar. Apalagi ketika kematian Nara, mereka berdua tidak bisa melihat jasad terakhir Nara. Yang tersisa hanya gundukan tanah dengan sebuah nama. Kali ini mereka tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya. "Apa Alan tahu tentang ini?" tanya Dava berpapasan dengan Nadi di depan kamar rawat Aria. Mereka berdua mengintip lewat kaca pintu bagaimana Thomas dan Reina memijat Ar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD