Semilir angin berhembus di antara Aria dan Nadi yang sedang duduk di bangku taman kota pada sore hari. Mereka berdua memutuskan berjalan-jalan. Rehat dari pekerjaan masing-masing. "Kau tahu kalau Alan bakal nikah?" tanya Nadi menoleh ke arah Aria "Tahu tidak akan merubah apapun." Nadi menghela napas gusar. "Aku benar-benar tidak mengerti. Dari penglihatanku, kalian saling mencintai. Mengetahui masa lalu masing-masing. Membantu dan merasa nyaman bersama." "Itu bukan berarti cinta. Aku dan Alan bertemu karena takdir. Lalu semesta memberiku pilihan. Aku memilih bersandiwara untuk membatalkan pernikahannya dengan Sena. Karma datang membawa masa laluku dan Alan seperti malaikat tanpa sayap membantuku tanpa mengetahui iblis sebenarnya," jelas tertunduk menatap gelas kertas berisi kopi. "Da

