Bab 19

1106 Words

Tamparan itu begitu keras hingga telingaku berdengung sebelum merasakan panas yang terasa dari pipi menjalar ke kepala. Aku menyentuh pipiku yang panas, masih belum tahu alasan mengapa ia menamparku sekeras itu. “Kamu jangan coba-coba mendekati Damien. Jangan merasa di atas angin hanya karena papa memintanya menjagamu. Dia juga menjagaku, asal kamu tahu,” tegasnya. Jadi ini soal cemburu. Ini pasti berhubungan dengan kesalah pahaman tadi pagi. Ia menyangka aku dan Damien sengaja berciuman. Aku ingin marah tapi tidak ada perasaan kesal sedikit pun. Aku bahkan masih mematung saat ia meninggalkan kamar begitu saja. Dari dalam kamar aku melihat pintu kamar di depanku terbuka dan Ronan berdiri menatap kepergian Sofia. “Pasti karena Damien. Kak Sofia menjadi kasar kalau itu berhubungan denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD