Tiga Belas

1097 Words

Raina memang paling bisa membuat Raihan merasa bodoh sendiri. • • • "Pasti ada yang lo sembunyiin dari gue?" cecar Adnan. "Gak ada. Udah lo sana!" Tidak pakai ba-bi-bu lagi Raihan langsung saja mendorong punggung Adnan keluar dari kamarnya. Setelah itu ia tutup dan kunci pintunya agar kunyuk satu itu tidak mengganggunya lagi. "Bang, ada Raina, tuh!" Mendengar seruan Adnan dari luar, buru-buru Raihan membuka kembali kunci pintunya. "Mana?" tanyanya semangat. "Di rumahnya, lah! Masa iya gue kantongin," Plak Toyoran keras mendarat mulus di kepala Adnan. Mendapat perlakuan seperti itu, Adnan malah cekikikan geli. Menertawai Raihan yang secara tak langsung ketahuan kalau abangnya itu diam-diam menyukai seseorang. "Mati kek lo, Nan!" Walaupun sekarang hari Minggu, Raihan sengaja bangu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD