Sembilan belas

1026 Words

Lo kenapa, sih, Raihan? -Raina Anindya Safira- • • • Sudah sejak lima jam yang lalu, Raina memegangi ponselnya. Menunggu benda pipih itu menampilkan nama Raihan. Berbagai pose sudah Raina lakukan selama menunggu. Mulai dari tiduran, duduk, bersandar, tidur terbalik dengan kaki menempel di dinding, tengkurap, telentang, sampai duduk lagi. Sampai dirinya pegal sendiri. Matanya pun seperti terkunci pada layar berukuran 4 inch itu. Namun, Raihan tak kunjung juga membalas chat-nya. Line! Seketika tubuhnya terlonjak otomatis saat mendengar decitan ponselnya. Berharap itu chat dari Raihan. Namun, sesaat kemudian cengiran pada bibirnya memudar. Aldo Mahesa: Udah tidur? Karena sudah terlanjur dibaca, mau tidak mau Raina harus membalasnya. Ainanana: belum bisa tidur:( Aldo Mahesa: Kenapa?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD