42

1376 Words

Gue suka sama lo, Aina! -Raihan Tanujaya Putra- • • • Hari sudah mulai senja, tetapi Adnan masih belum ingin meninggalkan makam Mirna. Anak itu juga tidak bisa berhenti menangis, memeluki nisan bundanya. Sejak sore tadi, Raihan berulang kali mengajaknya untuk pulang, akan tetapi berulang kali pula bocah keras kepala itu menolak. "Gue gak mau tahu, pokoknya lima menit lagi kita balik," putus Raihan yang tak bisa dibantah lagi oleh adiknya. Untungnya, tempat pemakaman Mirna tidak jauh dari komplek rumah mereka. Masih bisa dijangkau dengan jalan kaki. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan mau jam berapa pun mereka pulang. Sampai saat lima menit kemudian, Raihan bangkit berdiri. "Kami pulang dulu ya, Bun." Raihan mengusap nisan putih Mirna. "Ayok," ajaknya kemudian pada Adnan. "Adnan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD