tempat

1151 Words

Vena memasuki kamarnya dengan wajah lelah. Lampu masih menyala, meski jam dinding menunjukkan pukul 8 malam. Dia melihat satu dari ketiga temannya masih terjaga. Menatap kedatangannya tanpa ekspresi. "Habis darimana?" tanya Gladies seperti biasa. Layaknya ibu kos yang menanti penyewa terakhirnya pulang dan mengunci pintu. Tatapannya tajam, menuntut penjelasan rinci dari bibir Vena. Gadis itu hendak berlalu ke kamar mandi. Namun matanya tak bisa dialihkan dari Gladies. Kekesalannya membuat Vena gemetar khawatir. Bukankah marahnya orang pendiam itu lebih mengerikan? Vena merasa sudah membangunkan macan yang tertidur. "Aku—aku habis jalan-jalan," jawabnya gugup. "Dengan siapa?" tanya Gladies. Belum sempat Vena menjawab, teleponnya berbunyi nyaring di dalam tas. Vena meletakkan kanto

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD