Tak ada yang membaik

1149 Words

Nara POV Aku telah membunuh banyak orang. Namun baru kali ini, rasanya aku menyesal. Kutatap pantulan wajahku di jendela bis. Setelah berjalan seharian dari pedalaman, masuk ke dalam hutan untuk cari jalan pintas, akhirnya kutemukan jalan raya. Bukan maksud memperlelah diri. Hanya saja aku menghindari cctv dan kecurigaan warga sekitar. Walau kuyakin mayat Ramirez akan timbul ke permukaan setelah beberapa hari, tapi mencegah itu lebih baik. Bis berhenti di depan bioskop dan dua orang remaja naik. Salah satunya menangis dan mereka duduk di bangku seberangku. Temannya berdiri sembari menepuk bahunya untuk menenangkan. Diam-diam aku mendengarkan mereka berbicara. Rasanya aku seperti mengulang masa-masa emas. Ketika aku remaja. "b******k! Dia harusnya tidak memperlakukanmu seperti itu! J

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD