Sesuai janji, Vena harus menemui Fuiko Sensei di kelasnya. Saat itu banyak murid perempuan keluar dari kelas. Mereka tak lepas dari senyumnya. Membuat Vena bertanya-tanya, apa yang barusan terjadi di dalam. Apa yang mereka bicarakan. "Permisi, aku Grivena." Vena mengetuk pintu. Fuiko mengernyitkan dahi. Tapi ketika matanya bertemu dengan manik Vena, dia langsung teringat dengan gadis itu. "Masuklah." "Apa sensei akan menghukumku?" tanya Vena. "Tentu saja. Menyiram guru itu perbuatan yang tidak pantas." "Tapi sensei tahu itu hanyalah ketidak sengajaan," bela Vena. "Hmm ..., baiklah. Aku tidak akan menghukummu karena kau adalah murid yang baik," putus Fuiko pada akhirnya. Vena mengamati wajah orang itu. Benar-benar wajah yang sempurna. Penyamaran yang nyaris tak terlihat di ma

