Kedua tangan Gianna bertopang di atas meja, tubuhnya bergerak seiring dengan Azzima yang terus memompa di belakangnya. Gadis itu tidak bicara lagi setelah melihat raut wajah suaminya yang begitu menikmati permainan sepihaknya. Dia sudah sempat protes pada pria itu, tetapi bentuk protesnya malah dibalas dengan permainan yang semakin panas yang diciptakan suaminya. "Azzima … kau bilang malam ini kita libur dulu. Apa kau lupa dengan ucapanmu?" kata Gianna beberapa detik yang lalu. "Malam sudah berlalu, bukankah sekarang sudah pagi?" kilah pria itu tepat di dekat telinga istrinya, membuat bulu-bulu halus di leher Gianna menari-nari. "Aaahh … yang benar saja, ini masih jam dua dini hari," kata Gianna. Pria itu menempelkan hidung dan bibir di leher jenjang istrinya, menjalar dan menyentuh se

