Hari pun berganti. Di rumahnya, Gianna tampak sedang memilih gaun yang akan dia kenakan. Gadis itu berdiri di depan cermin dengan satu gaun di masing-masing tangannya. Dia mengecek kecocokan gaun satu per satu di depan tubuhnya. Di tangan kanannya terdapat gaun yang panjangnya hanya satu jengkal dari pangkal paha. Sementara di tangan kirinya terdapat dress berlengan panjang yang panjang dressnya satu jengkal di atas mata kaki. Dia bergeming sejenak untuk memikirkan gaun mana yang cocok. Hingga pada akhirnya gadis itu memilih dress di tangan kirinya. Dia memutar-mutar tubuhnya sendiri, menyaksikan bagaimana penampilannya, dan itu sudah cukup baik. Gianna lantas duduk di kursi rias dan mulai memoles wajahnya, kali ini dia memilih style natural. Dengan perona kelopak mata yang tidak terla

