22. Dua Puluh Dua

1048 Words

"Hah! Nikah! Kau bercanda?" Betapa terkejutnya Reyna ketika bertanya tentang dari mana kakaknya itu sampai seharian ini tak ada di apartemen. Nasi di dalam mulut gadis itu pun sampai keluar lagi sebab mulutnya terbuka lebar. Azzima memang tidak memberitahu adiknya itu jika hari ini dia pulang ke rumah untuk mengenalkan Gianna pada mama dan papa. Sepertinya pun memang lebih baik adiknya itu tidak mengetahuinya, pikir Azzima. Kalau saja tadi Reyna ikut bersama mereka, mungkin tidak akan semudah ini ibunya memutuskan. "Kau bisa membuat tetangga sebelah peka karena suaramu. Makan dengan benar, arrhh kau ini jorok sekali," kata Azzima, lalu menyuap makan malamnya ke mulut. Reyna masih memasang raut tak menyangka dan tak percaya. Gadis itu terus memastikan bahwa apa yang diucapkan kakaknya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD