Gianna tidak bisa berhenti tersenyum hari itu. Kegiatan mencuci bajunya pun terasa lebih berwarna sebab bunga yang Azzima beri. Alih-alih mendapat bunga dari suaminya, perut Gianna sekarang dipenuhi kupu-kupu warna-warni. Sprei putih yang kini sudah bersih dari bercak merah Gianna pindahkan ke keranjang baju. Dia bersenandung ria, melangkah santai menuju balkon belakang apartemennya. Pintu yang sebelumnya tertutup dibuka oleh Gianna. Gadis itu meletakkan keranjangnya, lalu mengambil sprei di dalam sana untuk dijemur. Azalia yang kini melihat kebahagiaan dari ekspresi dan gerakan Gianna pun tersenyum. Rencananya berhasil. Kemudian, suara rengekan Reyna membuat wanita itu mengalihkan perhatiannya. "Papa … boleh, dong, please!" "Kamu selesaikan dulu pendidikanmu saat ini, setelah itu baru

