30. Ternyata Tidak Sabar

2387 Words

Aiden POV. Lega sudah karena akhirnya aku dan Nina bertunangan sudah. Sekarang orangnya masih berdiri di sebelahku dan menanggapi ucapan selamat dari para tamu yang sebagai besar keluarga kami. “Ayo makan dulu calon pengantin. Yang lain sudah mulai makan” tegur calon bunda mertuaku yang dari tadi sibuk mempersilahkan para tamu untuk menikmati hidangan parasmanan yang sudah di sediakan. “Iya bun” jawabku. Kalo bunda Lila tersenyum menanggapi, tidak halnya dengan Nina tunanganku. “Langsung panggil bunda aja sama bunda aku” protesnya setelah bundanya berlalu dari hadapan kami. “Loh, kamu udah panggil mama abang mama dari sebelum kita tunangan” sanggahku. “Yakan di suruh begitu, aku nurutlah” sanggahnya. Ampun soal ini aja harus jadi masalah dong. Memang tidak ada yang suruh aku pangg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD